Oleh Zulfi Akmal
Al-Azhar Cairo
Satu hal lagi yang sering menjadi pertanyaan dalam hati saya, dan belum dapat jawaban, yaitu:
Bila para pendukung kudeta -mulai dari kalangan ulama paling hebat sampai rakyat jelata yang paling awam- berada pada kesendiriannya di waktu tahajjud atau berzikir, apa ya curhat mereka kepada Allah?
Apakah ada curhat mereka seperti ini:
"Ya Allah, aku lakukan hal ini demi mengharap redha-Mu. Aku pilih jalan ini demi menolong agama-Mu. Demi meninggikan kalimat-Mu. Demi menjaga agama-Mu dari tangan-tangan kotor kilabunnar (anjing-anjing neraka -red). Demi meng'izahkan Islam ini dari musuh-musuhnya.
Ya Allah, aku berharap dibangkitkan nanti di akhirat bersama orang-orang yang sudah membersihkan Mesir dari IM dan selalu berusaha untuk membersihkannya. Bangkitkanlah aku bersama jenderal-jenderal itu, dan bersama ulama serta semua yang mendukung perjuangan mereka."
***
Rasulullah mengatakan bahwa setiap perjuangan yang bukan karena "kalimatullah hiya 'ulya" sama dengan non sen. Tidak ada artinya. Akhirnya ke neraka.
Sekalipun lidah bisa bersilat, retorika bisa bermain, logika bisa dijungkir balikkan, tapi hati tak bisa didustai.
بَلِ الْإِنسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ وَلَوْ أَلْقَىٰ مَعَاذِيرَهُ
"Bahkan manusia itu lebih tahu tentang dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya" (Al Qiyamah: 14-15)
:: PKS PIYUNGAN